“Ais……”
aku mulai mendengar suara itu, suara asing namun, aku yakin aku mengenal suara
itu. Meski tak terdengar jelas hanya lirih begitu tapi ketulusan yang
memanggil. Rasanya ingin menoleh, keraguan merasuk dalam hati kubiarkan saja
dengan tingkah yang tidak bermaksud untuk tak acuh.
“Ais…..”
aku mendengar suara itu lagi, sekarang lebih jelas dan tegas. Dan itu terjadi
tepat
didepan panggung itu. Pertanyaan ternyata muncul dari sosok yang sering
memanggil.
“Bagaimana
pendapat Mbak Ais tentang surah Ar – Rahman?” sejenak aku belum berani untuk
menjawab, aku berpikir mengapa dia bertanya tentang ini. Tak ada pertanyaan
lain kah selain ini? Sebagai sosok yang memang sudah dipercaya aku mulai
berpikir jernih kembali. “Apa yang mas inginkan dari jawaban yang akan saya
sampaikan?” aku tak habis piker ku akali pertanyaan itu dengan pertanyaan
kembali. Ya robb sungguh telah aku berikan rahasia ini hanya kepada_MU.
Dibalik
hijab itu semua terdiam dengan jawaban yang mungkin bisa jadi adalah sebuah
jawaban yang mengambang. Aku selesaikan saja untuk hari ini , aku berikan
sepenuhnya kembali kepada perkumpulan remaja masjid itu. Dan dibalik hijab itu
aku keluar dengan rasa yang mengambang. Aku yakinkan untuk melangkah dan
kumantapkan hati untu berjalan.
“Aku
akan berikan surah Ar – Rahman ini untukmu!” dari hari itu dan sampai hari ini
kembali. Aku diam dan tak berani berkata.
Ya Robb jika hari ini adalah hari yang ENGKAU
ridhoi
kupasrahkan dan kuserahkan semua hanya
kepada_MU.
Sang Pencipta yang memiliki Ar-Rahman
untuk hari ini aku bersujud dan bertasbih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar